.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Jumat, 31 Agustus 2012

APA DAN BAGAIMANA PROSES BELAJAR MODEL PAIKEM GEMBROT ?


1.       Apa itu PAIKEM GEMBROT?
PAIKEM GEMBROT adalah singkatan dari pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot..
AKTIF dimaksudkan dalam proses pembelajaran guru harus mampu menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan
INOVATIF dimaksudkan agar guru selalu mengemas kegiatan belajar yang heterogen sehingga memiliki nilai tambah dalam memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa,
KREATIF dimaksudkan agar guru mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi dan mampu memberikan pelayan pada berbagai tingkat kemampuan siswa
EFEKTIF dimaksudkan agar guru mampu memanfaatkan waktu untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran menghasilkan pengalaman baru yang cenderung permanen.
MENYENANGKAN dimaksudkan agar guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatian secara penuh
GEMBIRA dimaksudkan agar guru menciptakan suasana belajar yang fun sehingga siswa mampu belajar dengan enjoy pada gilirannya siswa mampu menyerap pelajaran
BERBOBOT dimaksudkan agar guru dalam memberikan pembelajaran kepada siswa memiliki mutu yang baik sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
2.       Identifikasi PAIKEM GEMBROT
-          Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
-          Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa.
-          Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku, dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan “sudut baca”.
-          Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
-          Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam memecahkan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya

3.       MENGAPA PAIKEM GEMBROT?
ASUMSI DASAR BELAJAR
-          Belajar          = Proses individual
-          Belajar          = Proses sosial
-          Belajar          = Menyenangkan
-          Belajar          = Tak pernah berhenti
-          Belajar          = Membangun makna

PERUBAHAN PARADIGMA

-          Mengajar – Pembelajaran   ( Teaching- Learning )
-          Penilaian – Perbaikan terus menerus (Testing- Continuous Improvement)
-          Perkembangan IPTEK, POLITIK, SOSBUD semakin lama semakin cepat
-          Teknologi informasi / sumber belajar sangat beragam
-          Bekal memenuhi kebutuhan manusia modern- mandiri, bekerjasama, berpikir kritis, memecahkan masalah
-          Persaingan internasional (globalisasi)

4.       Contoh-contoh KBM dalam PAIKEM GEMBROT

l  Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.
                Pelaksanaan KBM : percobaan, Diskusi kelompok, memecahkan masalah, mencari
              informasi, menulis laporan, puisi, cerita, berkunjung ke luar kelas

l  Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam
                Pelaksanaan KBM : Guru menggunakan  alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri,  
               menggunakan gambar, Studi kasus, Nara sumber, Lingkungan.

l  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.
                 Pelaksanaan KBM : siswa melakukan percobaan, pengamatan, wawancara,
               mengumpulkan data dan mengolahnya sendiri, menarik kesimpulan, mencari rumus
              sendiri, menulis laporan dengan kata-kata sendiri.

l  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.
                 Pelaksanaan KBM : siswa  berdiskusi, lebih banyak pertanyaan terbuka

l  Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa
                Pelaksanaan KBM : Siswa dikelompokan sesuai kemampuan (untuk kegiatan tertentu .
              Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Tugas perbaikan
              atau pengayaan diberikan

l  Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari
                Pelaksanaan KBM : Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalaman sendiri. Siswa
               menerapkan hal-hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari.

l  Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus
                Pelaksanaan KBM : Guru memantau pekerjaan siswa. Guru memberikan umpan balik

l  Dll.

5.       APA YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PAKEM
-          Memahami sifat yang dimiliki anak ( rasa ingin tahu, berimajinasi )
-          Mengenal anak secara perorangan ( still )
-          Memanfaatkan prilaku anak dalam pengorganisasian belajar ( berkelompok dalam bermain )
-          Mengembangkan berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
-          Menciptakan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik ( pajangan kelas )
-          Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar (melatih kemampuan seluruh indera : mengamati, mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan, menggambar )
-          Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar ( penguatan )
-          Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental ( sering bertanya, mempertanyakan, mengungkapkan gagasan , tidak takut bertanya )

RENCANA STRATEGIS MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDKAN DI PERGURUAN AL –IRSYAD AL-ISLAMIYAH SURAKARTA


Pendahuluan
                              Upaya peningkatan standarisasi kualitas (quality) pendidikan dalam memperoleh akses pendidikan serta pengembangan satuan pendidikan yang lebih tinggi sebagai kelanjutan pendidikan yang berkesinambungan di  Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyah merupakan fokus yang diprioritaskan. Pada makalah di bidang pendidikan bertujuan untuk menempatkan pendidikan untuk semua (Education for All) di semua jenjang pendidikan serta pemerataan mutu pendidikan, tata kelola  serta akses pendidikan dalam mendapatkan pengetahuan / informasi, penciptaan suasana nyaman,  sejahtera dan  berkelanjutan, berciri islam (spiritulisasi pendidikan), berjiwa nasional (karacter building) serta berwawasan global ( internasional )  sesuai dengan Visi sekolah yaitu menjadi sekolah “Sekolah Islam Yang Mampu Melakukan Perubahan Bagi Lingkungannya Kearah Kehidupan Yang Islami berdasarkan Al-Quran dan Sunah Rosul”
                  Dalam makalah ini disusunlah rencana strategis pengembangan Pendidikan (RENSTRA BANGDIK) yaitu :
1.      Membuat  program pendidikan yang menjawab standarisasi  mutu quality dan equity  setiap satuan pendidikan (unit-unit satuan pendidikan)
2.      Pembentukan tim work dengan perwakilan dari setiap satuan pendidikan (unit-unit sekolah ).
3.      Menyiapkan sasaran dan program pendidikan yang menjawab standarisasi quality dan equity  melalui santuan pendidikan  (unit – unit satuan sekolah).
                  Di Perguruan Al Irsyad Al-Islamiyah berencana membentuk tim pengarah / stering komite (Kepala Bidang Pendidikan ), perwakilan pelaksana / organising komite tim work  (kepala / wakil sekolah ). Perwakilan tim work (di tingkat satuan pendidikan) bertanggung jawab untuk melaksanakan  program pengembangan sekolah untuk periode lima tahun ke depan dari tahun 2012 – 2017( Renstra Bangdik ). Dalam rangka menyusun pembentukan dan pelaksanaan program pengembangan sekolah , dilakukan beberapa program kegiatan dengan melibatkan semua perwakilan tim work , LPP, Kepala Sekolah, Guru yang telah ditetapkan.   
                  Tujuan :
            Tujuannya  adalah
1)      Meningkatkan peran serta aktif  (LPP, Kepala Bidang Pendidikan , Kepala Sekolah / wakil kepala  ,  guru, karyawan, komunitas orang tua  murid dan unsur-  unsur lain   yang ada dalam masyarakat  (stakeholders) untuk   mendukung standarisasi mutu   (quality) dan persaman perlakuan  pendidikan (equity) dalam mengembangkan satuan pendidikan.
2)      Meningkatkan pemanfaatan sumber daya pendidikan secara sistematis dan berbagi pengalaman antar stakeholders
              Sasaran :
              Sasaran adalah sekolah PAUD, SD, SMP Al-Irsyad Al- Islamiyah Surakarta.
               Dalam rangka standarisasi mutu (quality) dan persamaan perlakuan  (equity)
               dalam mengembangkan  pendidikan, sekolah Perguruan Al-Irsyad Al-
               Iskamiyah  menyusun program kerja  berdasarkan tujuh  pilar  yaitu  (Integrate
                Knowledge, School Based Management, Learning Environment, Teacher
                Competencies and Rewarding System, Curriculum and  Learning Material,
                Community Participation, and  International  Curiculum  Adaptation).
          Program Kegiatan antara lain :
          1.  Peningkatan pelaksanaan Spiritualisasi Pendidikan
                  a.   Pendidkan nilai
                  b.   Iklim dan kultur sekolah islami
                  c.   Integrated curikulum (penjiwaan agama islam ke semua mata pelajaran
                        umum)
          2.   Peningkatan pelaksanaan School Based Management
a.       Identifikasi data sekolah (guru, pegawai, siswa, prestasi, media pembelajaran, sarana dan prasarana, lingkungan, orang tua murid, komite sekolah, masyarakat lingkungan sekolah).
b.      Penyusunan profil sekolah.
c.       Perbaikan infra-struktur sekolah.
d.      Penyiapan materi yang relevan untuk pameran / display sekolah


                    2.   Optimalisasi Lingkungan Pengajaran
a.       Membuat jaringan kamunikasi antar satuan pendidikan sekolah melalui internet.
b.      Pelaksanaan KBM yang kondusif dengan menerapkan pendekatan  “Paikem Gembrot”(Pembelajaran afektif, inovatif, kreatif, efektif , menyenangkan, gembira dan berbobot) dengan pola moving kelas.
c.       Penyelenggaraan kegiatan belajar yang memotivasi siswa untuk berkompetisi dalam intra kurikuler dan ekstra kurikuler.
d.      Pengadaan ICT (Information,Communication, Technology)  yang mendukung peningkatan PBM.
                    3.   Peningkatan Kompetensi Mengajar dan Sistem Penghargaan bagi Guru
a.       Memberikan kesempatan peningkatan kemampuan profesional kepada guru, seperti : mengikuti pelatihan, workshop (lokakarya), penataran, seminar dan kegiatan lain yang mendukung.
b.      Mengadakan pelatihan bahasa Inggris dan komputer (internet, website, Blogger).
c.       Memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan studi.
d.      Mengadakan pertukaran pengajar antar sekolah (sister school).
e.       Memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti studi banding di tingkat nasional, regional, internasional.
f.       Memberikan penghargaan kepada guru  berprestasi yang akan meningkatkan kualitas dan tanggung jawab.
g.      Memberikan insentif, bonus, dan kesempatan kegiatan lain dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru.
                    4.   Pengembangan Kurikulum dan Materi Pengajaran
a.       Mengembangkan kurikulum sesuai dengan tuntutan pendidikan.
b.      Menerapkan metode pengajaran yang mengarah kepada kecakapan hidup siswa (life skill).
c.       Menjalin kerja sama antar sekolah dengan instansi lain yang mendukung efektifitas KBM, seperti : Puskesmas, Kepolisian,  dan Pemda.
d.         Mengunjungi sumber belajar lain, seperti : pabrik, museum, peternakan, pertanian, perikanan, dan tempat lain yang sesuai.
e.       Mengembangkan alternatif metode, pendekatan dan materi pembelajaran sehingga tercipta suatu pembelajaran yang afektif, inovatif, kreatif, efektif , menyenangkan , gembira dan berbobot (Paikem Gembrot).
6.       Peningkatan Partisipasi Masyarakat
a.     Peningkatan partisipasi masyarakat sekolah melalui komite sekolah.
b.      Peningkatan mutu sekolah dengan cara melakukan terobosan-terobosan dan kerjasama yang baik antara orang tua, lembaga sosial, dan stakeholders.
c.       Penyelenggaraan sekolah melibatkan semua warga sekolah (guru, pegawai, orangtua  murid, siswa).
7.    Adaptasi Kurikulum Internasional
               a.   Sistim billingual ( TK Billingual pengenalan huruf , SD mulai kelas I –
               IV mata pelajaran IPA dan matematika , SMP Billingual mata pelajaran
               Matematika, Biologi, Fisika, Kimia)
               b    Membentuk Team Teaching mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa
                Inggris
      
PENUTUP

Demikian sumbangsih pemikiran dari seorang guru mudah mudahan ada manfaat untuk pengembangan Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyah Surakarta dalam lima tahun mendatang dan kami siap berdiskusi , memaparkan, melaksanakannya sebagai Pengelola Sekolah . Semoga Allah SWT memberikan kepada kita semua jalan kemudahan  dalam mengembangkan Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyah menjadi sekolah yang unggul di tingkat Nasional ataupun Internasional . Amin.


Surakarta, Agustus 2012




 Edy Maryanto
 Kabid Pendidikan

MENDIDIK DENGAN HATI


“Jika berkata-kata dari hati, maka akan sampai ke hati”
Anak bukanlah seonggok daging, tulang dan kulit seperti barang  atau seperti robot yang tidak memiliki perasaan. Namum anak adalah sosok makhluk mulia ciptaan Allah SWT yang memiliki hati dan ruh.  Guru di sekolah atau orangtua di rumah  sebagai pendidik bukanlah seperti buruh di  pabrik gelas.   
Di pabrik gelas, bahan bakunya berasal dari barang yang seragam.  Hasil olahannya dapat dilihat dalam beberapa saat.  Tidak peduli isi hati pekerjanya dipenuhi cinta atau benci, sentuhan tanganya kasar atau lembut, akan tetap terbentuk gelas yang dipasarkan dengan harga yang pantas.  Sungguh berbeda dengan  pendidikan.
Di pendidikan, bahan bakunya merupakan sosok mulia yang tidak seragam bahkan dari anak kembar sekalipun. Setiap anak memiliki daya tangkap, daya nalar dan kondisi emosional yang berbeda. Mereka memang berbeda dan tidak ada yang sama untuk setiap pribadi.  Hasil pendidikan baru dapat dilihat setelah berhari-hari bahkan bertahun-tahun.  Prosesnya membutuhkan waktu untuk membentuk pandangan hidup, sikap dan perilaku anak karena pendidikan tidak hanya memintarkan otak, tetapi juga mencerdaskan watak.  Isi hati pendidiknya harus dengan penuh kecintaan dan sentuhan tangan yang lembut agar terbentuk sosok yang berkarakter positif dan unggul.
Materi pelajaran  yang diajarkan dengan cara yang tidak mendidik mengakibatkan dampak buruk bagi sikap dan perilaku anak. Sadar atau tidak Jika anak diajar dengan ejekan, berarti ia belajar menjadi rendah diri. Jika anak diajar dengan dipermalukan maka  ia belajar merasa bersalah …. dan seterusnya.  Selain itu Jika mendidik bukan dengan hati sedangkan  guru telah merasa cukup memberi materi pelajaran di sekolah , orangtua pun telah membelikan buku pelajaran untuk dibaca di rumah, maka wajarlah jika muncul perilaku buruk seperti perkelahian antar pelajar, pergaulan bebas, bocornya soal UN yang merupakan fenomena buram yang meyelimuti dunia pendidikan di Indonesia.
Mendidik dengan hati merupakan jawaban dari  masalah di atas. Mendidik dengan hati artinya seorang pendidik dalam menyampaikan keilmuan harus memiliki keilkhlasan dan kecintaan serta mengedepankan sikap bersahabat, menyenangkan, empati, konsistensi terhadap komitmen, antusias, membangun team work, ramah, santun dan sabar.
Mendidik dengan hati bukan hanya siap mengajarkan kepada anak, namun juga siap mendengar secara reflektif apa pun yang diucapkan anak. Memahami dan menghargai perasaannya serta menampakan bahwa kita benar-benar menyimak apa yang dikatakan, ulangi apa yang dia ucapkan, dan ekspresikan bahwa kita sedang memikirkan perasaannya, berikan respon positif, berikan umpan balik dengan nasihat atau usulan yang membangun jiwanya.
Kegiatan dan hasil pembelajaran di sekolah akan jauh berbeda antara pengajaran kognitif dan mendidik dengan hati.  Pengajaran kognitif member dampak kepada sulitnya pelajaran diserap oleh murid. Seringkali kita melihat bahwa murid yang membenci guru matematika akan membenci pelajaran matematika. Murid yang membenci guru kimia akan membenci pelajaran kimia.  
Mendidik dengan hati memberikan suatu keyakinan kepada setiap murid, bahwa mereka mampu berprestasi, bisa berkreasi, dan melakukan yang terbaik. Kekuatan pancaran hati dari pendidik kepada murid berpengaruh terhadap utuhnya kesuksesan pendidikan. Dengan demikian pembelajaran yang bermakna, bukan melulu guru mengajari ilmu dan fakta (transfer ilmu semata) melainkan kerja hati  yang merupakan kekayaan yang Allah berikan.  Bahasa hati melebihi bahasa tubuh.  
Kesuksesan mendidik bukan semata-mata dari betapa kerasnya otot dan betapa tajamnya otak, namun juga betapa lembut hati pendidik dalam berhubungan dengan muridnya. Mari kita renungkan…, sudahkah kita mengutamakan hati setiap kali kita melakukan proses mendidik ?
Sumber : http://www.alirsyadpwt.com/content/mendidik-dengan-hati