.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Jumat, 26 September 2008

Blog Award



To Mrs. Emilia ,
Thank you for award.
Alhamdulillah kali pertama dapatkan blog award karena berkah ramadhan kali ya.
Sesuai dengan aturan maka akan kami teruskan Blog award kepada blogger yaitu:
1. Susilo ( http://weku.blogspot.com/ )
2. Amalia Savira ( http://amaliasavira.blogspot.com/)
3. Suci Hamidah Sarihttp://sucihamidahsyari.blogspot.com/
4.Love-ely : http://www.blogger.com/profile/05733973438543735098
5. Juliet http://www.pinoyvision.blogspot.com/
6. Masterikuncoro http://tirtomoyo.blogspot.com/
7.GuruBashid http://www.educlinic.blogspot.com/
Sukses for 7 blogerr. You can do it

Kamis, 25 September 2008

Sekolah Efektif , Upaya Mengalahkan Kompetitor ?






Ada sekolah yang kualitas akademik maupun non akademik bagus sehingga banyak orang tua ( user ) menyekolahkan anaknya disekolah tersebut sebaliknya adapula sekolah yang justru ditingalkan oleh orang tua . Pertanyaan ini banyak dilontaran kepada smartalzind ? Mengapa terjadi demikian ? Apa penyebabnya ?
dan Bagaimana solusinya ? Dalam arti yang sangat luas bisa dikatakan rendahnya mutu pendidikan merupakan salah satu faktor yang menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi tuntutan pembangunan bangsa di berbagai bidang. Beberapa aspek akan ditelaah disini antara lain adalah tentang Pemimpin atau Kepala sekolah yang berperan sentral dalam membangun sekolah , disamping manajemen sekolah.

Kemampuan mempengaruhi, menggerakkan, mengarahkan, mengembangkan orang orang, anggota oganisasi untuk mencapai tujuan organisasi disebut kepemimpinan.
Stategi sekolah untuk mencapai tujuan organisasi maka diperlukan manajemen yang baik yaitu memanfaatkan sumber-sumber dan proses manajemen sehingga tercapai organisasi yang efektif dan efesien.
Bagaimanakah proses manajemen yang baik yaitu mengikuti urutan Planning (merencanakan ), Organising (mengorganisasi), Actuating ( melaksanakan ) dan Controling (mengontol ) sedangkan sumber manajemen yaitu manusia, uang, alat dan waktu. Sumber dan proses manajemen dimainkan oleh seorang manajer yaitu untuk mencapai tujuan oraganisasi sedang seorang pemimpin yang mempunyai peran melakukan perubahan (pembaharuan) organisasi ke arah yang lebih baik.
Jadi seorang Pemimpin sekaligus juga manager untuk mencai organisasi agar efektif dan efesien.

Ada tiga komponen utama untuk menjadi seorang pemimpin yaitu :
a. LEGITIMASI:

  • Legalitas
  • aceptabel
  • etis

b. KEMAMPUAN TEKNIS:

  • Teknik Manajerial
  • Teknik Motivasi
  • Teknik Mengambil Keputusan
  • Teknik Memimpin Rapat
  • Teknik Berkomunikasi
  • Teknik Bernegosiasi
  • Teknik Mengelola Konflik
  • Teknik Mengelola Stress
  • Teknik Menjual

c. KARISMA/WIBAWA

  • Keturunan
  • Track Record
  • Integritas
  • Kredibilitas
  • Penampilan

    Seorang Kepala sekolah , dia seorang pemimpin sekaligus berperan sebagai manajer, Bagaimanakah seorang kepala sekolah agar meningkatkan kinerja sekolah ? Yang perlu dilakukanya adalah menilai kinerja sekolah dan memfasilitasi memperkaya gagasan dalam bertindak, serta berperan sebagai agen perubahan yaitu mengakui dan menghargai kebutuhan perubahan, memimpin dan membimbing kearah kemajuan sekolah dan memastikan pihak lain yang berkepentingan turut serta mengambil keputusan.
    Dengan demikian apabila kepala sekolah berperan seperti diatas maka akan terbentuk sekolah yang efektif . Bagaiamanakah membangun sekolah yang efektif ? Sekolah efektif adalah sebuah sekolah yang memiliki Visi, Misi, Nilai, Tujuan dan Program .
    Bagaimanakah ciri ciri sekolah eferktif ? Ciri sekolah efektif adalah membangun kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, pembelajaran efektif, komunikasi efektif, guruyang efektif dan etos kerja sekolah .

    Jaap Scheerens (1992) menyatakan bahwa sekolah yang efektif mempunyai lima ciri penting yaitu :
  • kepemimpinan yang kuat
  • penekanan pada pencapaian kemampuan dasar
  • adanya lingkungan yang nyaman
  • harapan yang tinggi pada prestasi siswa
  • dan penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa

David A. Squires, et.al. (1983) berhasil merumuskan ciri-ciri sekolah efektif yaitu:

1. Adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan
di sekolah;

2. Memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas;

3. Mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi;

4. Siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan;

5. Siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik;

6. Adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi;

7. Siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada faktor keberuntungan dalam
meraih prestasi;

8. Para siswa diharapkan mempunyai tanggungjawab yang diakui secara umum; dan

9. Kepala sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi, serta
menyediakan waktu untuk membuat rencana bersama-sama dengan para guru dan
memungkinkan adanya umpan balik demi keberhasilan prestasi akademiknya


Bosker dan Guldemon (1991) mengembangkan sistem sekolah efektif yang terdiri dari lima komponen yatu : konteks, input, proses, output, dan outcome

Dalam penelitian lain terdapat, komponen keefektifan sekolah terdiri dari :
Input sekolah yaitu karakteristik sekolah, karakteristik guru, dan karakteristik siswa
Komponen proses yaitu kepuasan kerja guru, partisipasi orangtua siswa dan iklim sekolah
komponen outcome yaitu hasil belajar siswa dan konsep diri siswa

Demikian telaah litertur yang disampaikan kembali oleh smartalzind , apakah sekolah anda sudah demikian ? Yuk kita benahi sekolah kita ! Dari yang kecil dulu terus akan menjadi besar ? detik ini , menit ini, hari ini kita mulai berinovasi/ mau berubah ! maka sekolah anda akan berubah. I can do this !

Daftar Pustaka :
Eko Widodo, Staretegi Pengembangan Visi, Misi dan Program Sekolah

(Menjadikan Sekolah Anda akan lebih baik), Departemen Pendidikan

Nasional, Jakarta, 2007.


Edward F. Phd. How school Administrators Solve Problem ,Prentice-hall, Englewood

Cliffs, New Jersey , 1985.


Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D, Pengembangan Organisasi Sekolah, 2007
____________, Kepemimpinan Sekolah, 2007




Rabu, 24 September 2008

Kata Sambutan

Upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah melalui lomba web sekolah , blog guru dan blog siwa yang dilakukan oleh Seamolec perlu dijemput bola oleh sekolah pada umumnya, khususnya SMP Plus Al Zahra Indonesia Pamulang Tangerang Banten.Hal ini didasarkan pada kenyataan yang tidak bisa dihindari yaitu era tehnologi. Apa yang terjadi saat ini di Negara lain , saat itu pula kita bisa mengetahui melalui Internet. , dengan lomba ini kita bisa melihat apa yang tejadi di sebuah sekolah baik dari kurikulum, kesiswaan atau bidang lainnya. Kreativitas sekolah , guru ataupun siswa terlihat. Mudah – mudahan program yang telah dilakukannya mendapat sambutan masyarakat Indonesia, SMP Plus Al zahra Indonesia mengikuti kegiatan tersebut dimaksudkan mengetahui lebih jauh kompetensi guru , siswa dalam menguasai dan ketrampilan komputer, khususnya internet sebagai media belajar.
Mudah – mudahan dengan keikutsertaan bisa bermanfaat bagi guru, siswa, serta orang tua tentang program yang dilaksanakan oleh sekolah , melihat kedalam/intropeksi guna melangkah ke depan dengan melakukan inovasi pendidikan, juga mengkomunikasikan keluar tentang kegiatan pada umumya , khususnya bidang kurikulum, kesiswaan yang terkait didalamnya.
Semoga segala upaya yang telah dilakukan oleh guru, siswa dapat bermanfaat dan mencapai tujuan yang ditetapkan, kami juga berterima kasih bila ada kritik dan saran untuk penyempurnaan program SMP Plus Al zahra Indononesia bisa melalui :
http://alzaha-smp.blogspot.com
http://smartalzind.blogsot.com,
E-mail : edymaryanto@yahoo,com

Pamulang , 22 September 2008.
SMP Plus Al Zahra Indonesia


Drs. Edy Maryanto, M.M
Kepala Sekolah

Selasa, 23 September 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H


LEARNING COMMUNITY


Kelompok belajar atau sekelompok komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan.

Seorang guru fisika masuk ke dalam kelas lalu ia duduk dan mengucapkan selamat pagi anak-anak , serempak anak anak menjawab pagi pak Guru. Hari ini kita belajar suhu an pemuaian kata guru fisika , keluarkan buku cetak dan buku tulis kalian. Lihat buku halaman 166 dan kerjakan latihan. Ini kita jumpai di banyak sekolah di Indonesia.
Siswa selama ini dianggap tidak memiliki pengetahuan awal, siswa diperlakukan sebagai objek oleh sang Guru, sang guru mengajar belum tentu anak belajar. Bila kondisi seperti tersebut dipertahankan, akankah dunia pendidikan akan maju ?
Temuan hasil penelitian yang mencantumkan Indonesia peringkat kualitas pendidikan di bawah malasya baru-baru ini menambah pahitnya dunia pendidikan , padahal di kurun waktu tertentu pernah Malasya mengirimkan banyak mahasiswa ke Indonesia.
Menurut Study Blazely dkk (1997): pembelajaran di sekolah cenderung teoritik, tidak terkait dengan lingkungan di mana anak berada. Dan ini diperkuat banyak guru beranggapan bahwa guru adalah satu-satunya sumber belajar.
Bagaimanakah memperbaiki dunia pendidikan kita ? ya kita mulai dari mentraining guru agar mau dan mampu merubah paradigma sebagai guru, yaitu memperlakukan siswa sebagai subyek bukan obyek lagi, guru mampu sebagai fasilitator dalam pembelajaran di kelas serta mampu menggunakan metode dengan tepat sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Situasi kelas yang diinginkan yaitu belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajari. Bukan mengetahuinya. Hal tersebut sesuai dengan Empat pilar pendidikan universal (Unesco ) yaitu Learning to know (belajar mengetahui), Learning to do (belajar melakukan), Learning to be (belajar menjadi diri sendiri) dan Learning to live together (belajar hidup bersama).

Berikut ini salah satu metode yang kini berkembang di sekolah dalam upaya memperkaya metode guru dan belajar lebih bermakna yaitu :

Pengajaran berdasarkan Permasalah (Problem Based Instruction)/PBI ?
Pengajaran berdasarkan masalah adalah menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inquiri.

Bagaiamanakah sintaks Model PBI ?


FASE-FASE
TINGKAH LAKU GURU
1. Orientasi siswa kepada masalah
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penmyelidikan mereka dan proses- proses yang mereka gunakan.



Contoh
Rencana Pelajaran Berorientasi Model PBI

Satuan Pelajaran : SMP/MTS
Mata Pelajaran : Sains
Kelas : VIII
Materi Pokok : Pemisahan campuran
Sub Materi Pokok : Penyaringan
Alokasi waktu : 2 x 40 menit ( 2 Jam Pelajaran )
I. KOMPETENSI DASAR :
Siswa dapat melakukan percobaan untuk memisahkan campuran dengan
beberapa cara sesuadengan karakteristik campuran.
II. INDIKATOR :
1. Siswa dapat menjelaskan cara menjernihkan air keruh
2. Siswa dapat menyebutkan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk
menjernihkan air.
3. Siswa dapat mengamati air hasil penyaringan.
4. Siswa dapat mengidentifikasikan variabel-variabel dalam percobaan (variabel
manipulasi, respon, dan kontrol)
5. Siswa dapat menyelidiki pengaruh jenis bahan penyaring terhadap kejernihan
air hasil penyaringan.
6. Siswa dapat Menggunakan stop wach
7. Siswa dapat menggunakan gelas ukur
8. Siswa dapat membuat model penjernihan air yang efektif dan efesien.
III.SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku Siswa untuk SMP kelas VIII (materi pokok campuran)
2. LKS: Mari Kita Menjernihkan Air
3. Panduan LKS: Mari Kita menjernihkan Air (Untuk Guru)
IV. ALAT DAN BAHAN
1. Kebutuhan tiap kelompok: satu set alat dan bahan percobaan
sesuai LKS : Mari Kita Menjernihkan Air
2. Gelas ukur, stop watch
3. Bahan – bahan untuk penjernihan air
4. Pupuk penyubur (fertilizer), pipet tetes
V. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. PENDAHULUAN ( 10 MENIT)
a. Memotivasi siswa dengan menunjukkan segelas air jernih dan
segelas air keruh. Meminta siswa untuk mendeskripsikan perbedaan
kedua air dalam gelas. Tanyakan kepada siswa “apakah air yang
keruh itu dapat diubah menjadi air jernih ?’ (fase 1)
b. Pada papan tulis , tuliskan kata-kata PEMISAHAN CAMPURAN serta
penjernihan air (Fase 1)
c. Menyampaiakan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran (Fase 1)
2. INTI ( 60 MENIT )
a. Meminta siswa duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing (Fase 2)
b. Membagikan LKS : Mari Kita menjernihkan air kepada tiap siswa , dan
tiap- tiap kelompok diberi perangkat alat dan bahan untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan petunjuk dalam LKS (Fase 3)
c. Meminta tiap-tiap kelompok untuk melakukan kegiatan sesuai dengan
petunjuk dalam LKS (Fase 3)
d. Membimbing tiap-tiap kelompok untuk membuat model penjernihan air
yang efektif dan efesien ( Fase 3 )
e. Tiap-tiap kelompok yang telah selesai melakukan kegiatan diminta untuk
mewnyiapkan dan memamerkan hasil karyanya serta menuliskan
laporannya (Fase 4)
f. Meminta tiap-tiap kelompok untuk mengamati karya-karya yang telah
dipamerkan dan diminta untuk menilai mana karya yang dapat
menghasilkan air paling jernih dan mana yang menghasilkan air paling
cepat (fase 5)
g. Meminta kelompok yang menghasilkan air paling jernih, dan yang
menghasilkan air paling cepat untuk presentasi. Kelompok lain diminta
menanggapinya.
h. Guru merefleksi terhadap karya-karya serta apa saja yang telah dikerjakan
oleh tiap – tiap kelompok (Fase 5)
i. Memberikan penghargaan kepada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus
atau yang menghasilkan model penjernihan air paling efektif, dan
efesien.

3. PENUTUP (10 MENIT)
a. Membimbing siswa membuat rangkuman pembelajaran, terutama
tentang model penjernihan air yang efektif dan efesien.
b. Masih dalam seting kelompok, meminta tiap-tiap kelompok
menuang air hasil saringannya ke dalam sebuah gelas plastik
yang bersih dan disimpan untuk pembelajaran minggu depan.
Pada gelas yang lain , siswa diminta untuk menuangkan air
akuarium yang telah disiapkan oleh guru.
c. Meminta tiap-tiap kelompok untuk memberikan fertilizer pada
kedua gelas itu sebanyak 20 tetes. Dan kemudian, kedua gelas itu
ditutup dengan plastik bening.

Demikian ide , gagasan yang ingin dipesankan kepada pembaca smartalzind merupakan satu pencerahan kembali upaya seorang guru dalam meningkatkan salah satu metode/pendekatan pembelajaran didalam kelas. Selamat mencobanya agar dalam mengajar lebih bermakna. Semoga .

Sumber bacaan :
Paulina Panen, Dina Mustafa, Mestika Sekarwinahyu, Kontruktivisme Dalam
Pelmbelajaran, Jakarta, Universitas Terbuka, 2001.
BSNP, Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jakarta, 2006.





MATA PELAJARAN SAINS TENTANG EKOSISTIM

Pengantar

Tugas guru di dalam manajemen kelas diantaranya adalah memberikan pengajaran yang berarti usaha atau kegiatan pelajar mengolah bahan bahan ajar sehingga memperoleh pengetahuan baru , ketrampilan baru, sikap baru atau menyempurnakan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sudah dimiliki sebelumnya (terjadi change in behavior). Untuk itu guru harus memiliki ketrampilan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi hasil pembelajaran, metode yang kerap dilakukan oleh guru diantaranya metode cara belajar siswa aktif mengandung makna agar keterlibatan aspek emosional atau aspek fisik siswa dalam belajar dapat optimal. Pendekatannya yaitu melalui ketrampilan proses, yakni suatu pendekatan yang nekankan pada “mengajar siswa belajar bagaimana belajar” (to learn how to learn)
Ketrampilan tersebut meliputi ketrampilan mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, mengkomunikasikan, mengindentifikasi variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data, menggambarkan hubungan antar variabel , mengumpulkan dan menganalisis data, menyusun hipotesis, dan sebagainya. Untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukanya mencirikan adanya prakarsa siswa dalam kegiatan belajar mengajar, adanya pengalaman langsung siswa, guru berperan sebagai fasilitator, adanya variasi bentuk dan media pengajaran, dan adanya kualitas interaksi intelektual-emosional-sosial antar siswa.
Berikut rencana pengelolaan pembelajaran sebelum guru melaksanakan pembelajaran di kelas :

Mata Pelajaran : Sains
Kelas/Semester : VII
Pokok Bahasan : Ekosistim
Sub Pokok Bahasan :

- Satuan Dalam ekosistim
- Komponen ekosistim

Alokasi waktu : 2 Jam Pelajaran ( 2 x 40 menit)

I. Standar Kompetensi :

Mengidentifikasikan komponen ekosistim dan saling ketergantungan antar komponen , serta melalukan upaya pengelolaanlingkungan untuk mengatas pencemaran dan kerusakan lingkungan.

II. Kompetensi Dasar :

Menentukan komponen penyusun ekosistim dan saling hubungan antara komponen

III. Indikator:
Produk :

- mengidentifikasikan satuan satuan dalam ekosistim
- Menyatakan bahwa matahari merupakan sumer energi utama pada sistim biologi

Proses :

- Melakukan pengamatan pada sebidang tanah dengan menggunakan kwadran.
- Membuat laporan hasil pengamatan
- Mempresentasikan hasil pengamatan
- Menelaan pustaka mengenai satuan satuan ekosistim

Ketrampilan sosial :

- Bekerja sama
- Mengajukan pendapat
- Menanggapi pertanyaan – pertanyaan

IV. Model Pembelajaran dan Metode

Model Pembelajaran :

Kooperatif Learning
Direct Intruksion
Mind Maping

Metode :

- Eksperimen
- Diskusi
- Tanya jawab

Sumber Belajar :

- Modul
- Buku Paket

Alat dan Bahan : kuadran

V. Rincian Proses Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan :
- Motivasi : menanyakan pada siswa apa pernah pergi ke hutan, apa saja isi hutan ?
- Prasarat : Meminta siswa menunjukan benda hidup , benda mati
- Menyampikan indikator

2. Kegiatan inti
a. Menyampaikan informasi tentang ekosistim dengan meminta siswa membaca buku.
b. Meminta siswa duduk dalam tatanam koopertif
c. Membimbing siswa
d. Meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatan
e. Memberikan evaluasi

VI. Penutup
a. Memberi penghargaan pada kelompok dengan kinerja baik
b. Membimbing siswa merangkum pelajaran
c. Uji kompetensi lisan
- Sebutkan pengertian ekosistim berikan contohnya
- Sebutkan komponen ekosistim
- Memberikan pekerjaan rumah.









Latihan Soal :

Pilihlah jawaban yang tepat !

1. Halaman sekolah merupakan contoh suatu ekosistim, di tempat itu ditemukan : rumput,
batu, air, sekumpulan semut, 10 ekor belalang, seekor kpu-kupu, 3 tanaman jambu dan
tanaman mangga. Seekor semut disebut ..
A. individu
B. populasi
C. komunitas
D. ekosistim
( UAN IPA tahun 2007 – 2008 )
Jawab : A.
Pembahasan :
Model Smartalzind
Individu yaitu makhluk hidup tunggal contoh seekor semut, sebatang pohon kelapa, seekor ayam.


2. Organisme yang mampu membuat bahan organik baru dari bahan anorganik disebut
disebut ...
A. autotrof
B. heterotrof
C. saprofor
D. dekomposer
( OSN IPA tahun 2007 – 2008 )

Jawab : A.
Pembahasan :
Model Smartalzind
Autotrof adalah makhluk hidup yang mampu membuat bahan organik baru dari bahan anorganik misalnya tumbuhan hijau yang memiliki klorofil.

Contact Us

Assalamualaikum.

Pagi... Pagi ... Pagi...
SmartAlzind hadir kehadapan Anda, Untuk sharing pendidikan . Dipersilahkan memberikan masukan atau memberikan pertanyaan tentang pendidikan. Insya Allah Smartalzind akan meresponnya. Hubungi kami :
SEKOLAH PELITA BANGSA
"School With Strong Character Building And Active Learning Approach"
Jl. Surya Kencana , Gg H. Nursyaid I/23 (Ketapang)
Pamulang Tangerang Selatan.
Telepon : (021) 7404843
Hp: 085700072230, 081908261119

Guru, Wakil Kepala Sekolah :
Drs. Edy Maryanto, MM
email : edymaryanto@yahoo.com
Wassalamualaikum Wr. Wb

Kamis, 18 September 2008

Training ESQ Way 165 Siswa SMP Plus Al Zahra Indonesia Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan


Jumat ( 5/ 7 ), ini SMP Al Zahra Indonesia mengadakan pesantren ramadhan yang diikuti siswa kelas 7 dan 8 yang diadakan di Kampus SMP Plus Al Zahra Indonesia .Kegiatan ini SMP Plus Al Zahra Indonesia menggandeng ESQ untuk mengisi kegiatan Pesantren Ramadhan di Kampus SMP Plus Al Zahra Indonesia Pamulang Kabupaten Tangerang. Jumlah peserta yang mengikuti pesantren adalah 65 santri.. Kegiatan ini bisa berlangsung atas kerjasama yang baik antara sekolah dengan Bakos serta pihak ESQ. Thema Pesanren ramadhan adalah menumbuhkan keyakinan spiritual, emosional sehingga terbentuk kribadian muslim yang kaffah.Pak H. Subandi dalam sambutannya berkata kepada para hadirin pesantren raadhan angkatan ke - 2 yang diadakan oleh sekolah tahun ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Mudah mudahan dengan diadakannya pesantren ramadhan dari tanggal 5 s.d 7 Sepetember 2008 , siswa smp al zahra dalam melaksanakan amaliah ibadah meningkat sebagai wujud melaksanakan perintah Allah SWT

SISWA SMP PLUS AL ZAHRA INDONESIA MEMBUAT ROKET POMPA


Kamis (31/1), ini SMP Al Zahra Indonesia membuat roket pompa di Kampus SMP Al Zahra Indonesia dihadapan siswa SD Al Zahra Indonesia. Acara ini diadakan dalam rangka memperdalam pelajaran ipa yaitu tentang energi , kenali konsep ipa dan mempraktekkan karena dengan membuat dan mepraktekkan maka siswa akan lebih kental dan lama mengingat belajar tentang ipa. Acara ini dihadiri banyak siswa SD dan begitu tertarik tentang demonstrasi pembuatan roket luncur . Dengan demonstrasi pembuatan roket luncur diharapkan siswa semakin menyenagi pelajaran IPA.

Selasa, 09 September 2008

Membatik Bersama Pa Ismet ( Bupati Kab. Tangerang )


Rabu ( 12/ 12 ), ini SMP Al Zahra Indonesia mengikuti kegiatan Pameran dengan dalam rangka HUT Kab Tangerang yang diadakan di Lapangan Maulana Yudha Negara Tigaraksa pada tanggal 12 s.d 18 Desember 2007. Kegiatan ini diikuti untuk mengisi Pameran Pembangunan Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang, atas permintaan Pa Heri mewakili Dinas . Jumlah peserta yang mengisi Stan Dinas yaitu SMP Al Zahra Indonesia Pamulang mewakili SMPN/SMPS sedang SMA adalah SMAN 1 Cisauk dan SMAS Pembangunan Jaya.. Kegiatan ini bisa berlangsung atas kerjasama yang baik antara Sekolah dengan Dinas Pendidikan Kab. Tangerang. Pak H.Ismet Iskandar berkata kepada murid dan guru membatik agar kekayaan Bangsa Indonesia yaitu karya batik terus dikembangkanya karena hanya ada di Indonesia . Mudah mudahan dengan diikutsertakanya siswa smp al zahra Indonesia akan semakin dikenal bukan hanya di kabupaten tangerang tetapi di tingkat Provinsi Banten. (Edy)

Selasa, 02 September 2008

Quality Assurance Di Sekolah Al Zahra Indonesia Pamulang Banten

by EDY MARYANTO*)
Kegiatan Quality Assurance/QA (Jaminan Mutu) di Sekolah Al zahra Indonesia atau jasa pelayanan pendidikan bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga sekolah
Untuk karyawan baik guru maupun non guru yang memiliki kontak langsung kepada peserta didik , orang tua wali murid memberikan pelayanan yang terbaik merupakan konsep nyata tentang QA. Seluruh karyawan baik guru maupun non guru , memberikan mutu pekerjaan yang baik sehingga memberikan kontribusi kepada penciptaan mutu pelayanan yang baik untuk para customer/ pengguna jasa pendidikan menjadi konsep mereka mengenai QA.
Quality Assurance juga menyusun mekanisme untuk menjamin bahwa tujuan penerapannya tercapai. QA akan berhasil bila dalam pelaksanaannya QA menjadi aktivitas karyawan yang dilakukan rutin setiap hari. Dan penerapannya akan lebih efektif lagi bila tujuan dari QA menjadi tujuan pribadi dari setiap karyawan.
Agar dapat mentransformasikan tujuan QA menjadi tujuan pribadi maka setiap karyawan perlu memahami secara menyeluruh mengenai konsep dasar dari Quality Assurance. Konsep QA sendiri biasanya mudah diterima dan dimengerti. Namun tidak jarang juga karyawan atau manajemen salah kaprah dalam pelaksanaan QA. Hal ini dikarenakan tinjauan mengenai QA seringkali overlap dengan tinjauan aktivitas lain
Quality assurance di Sekolah
Suatu teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Dengan teknik ini akan dapat dideteksi adanya penyimpangan yang terjadi pada proses. Teknik menekankan pada monitoring yang berkesinambungan, dan melembaga, menjadi subsistem sekolah.
Quality assurance akan menghasilkan informasi, yang :
Merupakan umpan balik bagi sekolah
Memberikan jaminan bagi orang tua siswa bahwa sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa.
Untuk melaksanakan quality assurance menurut Bahrul Hayat dalam hand out pelatihan Calon kepala sekolah (2000:6), maka sekolah harus :
Menekankan pada kualitas hasil belajar
Hasil kerja siswa dimonitor secara terus menerus
Informasi dan data dari sekolah dikumpulkan dan dianalisis untuk memperbaiki proses di sekolah.
Semua pihak mulai kepala sekolah, guru, pegawai administrasi, dan juga orang tua siswa harus memiliki komitmen untuk secara bersama mengevaluasi kondisi sekolah yang kritis dan berupaya untuk memperbaiki.

Manajemen Mutu Terpadu yang diterjemahkan dari Total Quality Management (TQM) atau disebut pula Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. M. Jusuf Hanafiah, dkk (1994:4) mendefinisikan Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan yang sistematis, praktis, dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi, yang mengutamakan kepentingan pelanggan. pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu. Sedang yang dimaksud dengan Pengeloaan Mutu Total (PMT) Pendidikan tinggi (bisa pula sekolah) adalah cara mengelola lembaga pendidikan berdasarkan filosofi bahwa meningkatkan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan baik masa kini maupun yang akan datang.
Komponen yang terkait dengan mutu pendidikan yang termuat dalam buku “Panduan Manajemen Sekolah” (2000: 191) adalah 1) siswa : kesiapan dan motivasi belajarnya, 2) guru : kemampuan profesional, moral kerjanya (kemampuan personal), dan kerjasamanya (kemampuan social). 3) kurikulum : relevansi konten dan operasionalisasi proses pembelajarannya, 4) dan, sarana dan prasarana : kecukupan dan keefektifan dalam mendukung proses pembelajaran, 5) Masyarakat (orang tua, pengguna lulusan, dan perguruan tinggi) : partisipasinya dalam pengembangan program-program pendidikan sekolah. Mutu komponen-komponen tersebut di atas menjadi fokus perhatian kepala sekolah.
Adapun prinsip dari MMT dalam buku tersebut yaitu selama ini sekolah dianggap sebagai suatu “Unit Produksi”, dimana siswa sebagai bahan mentah dan lulusan sekolah sebagai hasil produksi. Dalam MMT sekolah dipahami sebagai “Unit Layanan Jasa”, yakni pelayanan pembelajaran.
Sebagai unit layanan jasa, maka yang dilayani sekolah (pelanggan sekolah ) adalah: 1) Pelanggan internal : guru, pustakawan, laboran, teknisi dan tenaga administrasi, 2) Pelanggan eksternal terdiri atas : pelanggan primer (siswa), pelanggan sekunder (orang tua, pemerintah dan masyarakat), pelanggan tertier (pemakai/penerima lulusan baik diperguruan tinggi maupun dunia usaha).

*)Kepala Sekolah SMP Al Zahra Indoesia. Pamulang Banten
Referensi :
Gaspersz, Vincent. 2000. Penerapan Total Management In Education (TQME) Pada Perguruan Tinggi di Indonesia, Jurnal Pendidikan (online), Jilid 6, No. 3 (http://www.ut.ac.id/ diakses 20 Januari 2001).
Nasution, MN, 2000. Manajemen Mutu Terpadu, Ghalia Indonesia, Jakarta
Slamet, PH. 2000. Karakteristik Kepala Sekolah Yang Tangguh, Jurnal Pendidikan, Jilid 3, No. 5 (online) (http://www.ut.ac.id/ diakses 20 Januari 2001).
Anonim, 2000. Quality Assurance di Rumah sakit , (http://www.aimsconsultants.com/ diakses 21 April 2005).

Mata Pelajaran Sains di UNkan


Tahun pelajaran 2007 -2008 telah berlalu dengan berbagai catatan tentang ujian sekolah, antara lain Sains diUNkan untuk kali pertamanya, disamping mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan SMP/MTS ( Permen no.23 tahun 2006 ) mata pelajaran sains :
Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan percobaan sesuai prosedur, mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh
Memahami keanekaragaman hayati, klasifikasi keragamannya berdasarkan ciri, cara-cara pelestariannya, serta saling ketergantungan antar makhluk hidup di dalam ekosistem
Memahami sistem organ pada manusia dan kelangsungan makhluk hidup
Memahami konsep partikel materi, berbagai bentuk, sifat dan wujud zat, perubahan, dan kegunaannya
Memahami konsep gaya, usaha, energi, getaran, gelombang, optik, listrik, magnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya
Dari 6 SKL yang tersebut diatas tidak usah ada keraguan dikalangan guru , alasannya bila telah melaksanakan kurikulum KTSP dengan standar proses dalam pelayanan maka sedikit peluang kegagalan dalam mengantarkan siswanya.
Bagaimana mengantarkan siswa agar sukses mengerjakan soal sains yang diUNkan ? Dalam buku Becoming a master Student oleh David B.Ellis dan How toStudi In College oleh Walter pauk disarikan sebagai berikut : Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal, Tenang dan percaya diri, Preview soal-soal ujianmu dulu, Jawab soal-soal secara strategis, Ketika mengerjakan soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak, Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawaban sebelum menulis, Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya, Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu, Analisa hasil ujianmu.
Mudah-mudahan artikel tersebut diatas dapat bermanfaat bagi guru, siswa , orang tua dan yang pasti kita semua harus siap menyambut UN kembali di tahun pelajaran 2008-2009 dengan mengukir prestasi, mengantarkan siswa menjadi lulusan terbaik. Gurunya lebih serius mengajarnya, meridnya lebih tekun lagi belajarnya dengan sering berlatih mengerjakan soal UN 3 tahun sebelumnya , orang tuanya di rumah membimbing dan mengarahkan, kalau sudah siap , berapapun standar kelulusan yang ditetapkan tidak jadi masalah ! Betul kan !