.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Tuesday, September 23, 2008

LEARNING COMMUNITY


Kelompok belajar atau sekelompok komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan.

Seorang guru fisika masuk ke dalam kelas lalu ia duduk dan mengucapkan selamat pagi anak-anak , serempak anak anak menjawab pagi pak Guru. Hari ini kita belajar suhu an pemuaian kata guru fisika , keluarkan buku cetak dan buku tulis kalian. Lihat buku halaman 166 dan kerjakan latihan. Ini kita jumpai di banyak sekolah di Indonesia.
Siswa selama ini dianggap tidak memiliki pengetahuan awal, siswa diperlakukan sebagai objek oleh sang Guru, sang guru mengajar belum tentu anak belajar. Bila kondisi seperti tersebut dipertahankan, akankah dunia pendidikan akan maju ?
Temuan hasil penelitian yang mencantumkan Indonesia peringkat kualitas pendidikan di bawah malasya baru-baru ini menambah pahitnya dunia pendidikan , padahal di kurun waktu tertentu pernah Malasya mengirimkan banyak mahasiswa ke Indonesia.
Menurut Study Blazely dkk (1997): pembelajaran di sekolah cenderung teoritik, tidak terkait dengan lingkungan di mana anak berada. Dan ini diperkuat banyak guru beranggapan bahwa guru adalah satu-satunya sumber belajar.
Bagaimanakah memperbaiki dunia pendidikan kita ? ya kita mulai dari mentraining guru agar mau dan mampu merubah paradigma sebagai guru, yaitu memperlakukan siswa sebagai subyek bukan obyek lagi, guru mampu sebagai fasilitator dalam pembelajaran di kelas serta mampu menggunakan metode dengan tepat sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Situasi kelas yang diinginkan yaitu belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajari. Bukan mengetahuinya. Hal tersebut sesuai dengan Empat pilar pendidikan universal (Unesco ) yaitu Learning to know (belajar mengetahui), Learning to do (belajar melakukan), Learning to be (belajar menjadi diri sendiri) dan Learning to live together (belajar hidup bersama).

Berikut ini salah satu metode yang kini berkembang di sekolah dalam upaya memperkaya metode guru dan belajar lebih bermakna yaitu :

Pengajaran berdasarkan Permasalah (Problem Based Instruction)/PBI ?
Pengajaran berdasarkan masalah adalah menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inquiri.

Bagaiamanakah sintaks Model PBI ?


FASE-FASE
TINGKAH LAKU GURU
1. Orientasi siswa kepada masalah
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penmyelidikan mereka dan proses- proses yang mereka gunakan.



Contoh
Rencana Pelajaran Berorientasi Model PBI

Satuan Pelajaran : SMP/MTS
Mata Pelajaran : Sains
Kelas : VIII
Materi Pokok : Pemisahan campuran
Sub Materi Pokok : Penyaringan
Alokasi waktu : 2 x 40 menit ( 2 Jam Pelajaran )
I. KOMPETENSI DASAR :
Siswa dapat melakukan percobaan untuk memisahkan campuran dengan
beberapa cara sesuadengan karakteristik campuran.
II. INDIKATOR :
1. Siswa dapat menjelaskan cara menjernihkan air keruh
2. Siswa dapat menyebutkan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk
menjernihkan air.
3. Siswa dapat mengamati air hasil penyaringan.
4. Siswa dapat mengidentifikasikan variabel-variabel dalam percobaan (variabel
manipulasi, respon, dan kontrol)
5. Siswa dapat menyelidiki pengaruh jenis bahan penyaring terhadap kejernihan
air hasil penyaringan.
6. Siswa dapat Menggunakan stop wach
7. Siswa dapat menggunakan gelas ukur
8. Siswa dapat membuat model penjernihan air yang efektif dan efesien.
III.SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku Siswa untuk SMP kelas VIII (materi pokok campuran)
2. LKS: Mari Kita Menjernihkan Air
3. Panduan LKS: Mari Kita menjernihkan Air (Untuk Guru)
IV. ALAT DAN BAHAN
1. Kebutuhan tiap kelompok: satu set alat dan bahan percobaan
sesuai LKS : Mari Kita Menjernihkan Air
2. Gelas ukur, stop watch
3. Bahan – bahan untuk penjernihan air
4. Pupuk penyubur (fertilizer), pipet tetes
V. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. PENDAHULUAN ( 10 MENIT)
a. Memotivasi siswa dengan menunjukkan segelas air jernih dan
segelas air keruh. Meminta siswa untuk mendeskripsikan perbedaan
kedua air dalam gelas. Tanyakan kepada siswa “apakah air yang
keruh itu dapat diubah menjadi air jernih ?’ (fase 1)
b. Pada papan tulis , tuliskan kata-kata PEMISAHAN CAMPURAN serta
penjernihan air (Fase 1)
c. Menyampaiakan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran (Fase 1)
2. INTI ( 60 MENIT )
a. Meminta siswa duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing (Fase 2)
b. Membagikan LKS : Mari Kita menjernihkan air kepada tiap siswa , dan
tiap- tiap kelompok diberi perangkat alat dan bahan untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan petunjuk dalam LKS (Fase 3)
c. Meminta tiap-tiap kelompok untuk melakukan kegiatan sesuai dengan
petunjuk dalam LKS (Fase 3)
d. Membimbing tiap-tiap kelompok untuk membuat model penjernihan air
yang efektif dan efesien ( Fase 3 )
e. Tiap-tiap kelompok yang telah selesai melakukan kegiatan diminta untuk
mewnyiapkan dan memamerkan hasil karyanya serta menuliskan
laporannya (Fase 4)
f. Meminta tiap-tiap kelompok untuk mengamati karya-karya yang telah
dipamerkan dan diminta untuk menilai mana karya yang dapat
menghasilkan air paling jernih dan mana yang menghasilkan air paling
cepat (fase 5)
g. Meminta kelompok yang menghasilkan air paling jernih, dan yang
menghasilkan air paling cepat untuk presentasi. Kelompok lain diminta
menanggapinya.
h. Guru merefleksi terhadap karya-karya serta apa saja yang telah dikerjakan
oleh tiap – tiap kelompok (Fase 5)
i. Memberikan penghargaan kepada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus
atau yang menghasilkan model penjernihan air paling efektif, dan
efesien.

3. PENUTUP (10 MENIT)
a. Membimbing siswa membuat rangkuman pembelajaran, terutama
tentang model penjernihan air yang efektif dan efesien.
b. Masih dalam seting kelompok, meminta tiap-tiap kelompok
menuang air hasil saringannya ke dalam sebuah gelas plastik
yang bersih dan disimpan untuk pembelajaran minggu depan.
Pada gelas yang lain , siswa diminta untuk menuangkan air
akuarium yang telah disiapkan oleh guru.
c. Meminta tiap-tiap kelompok untuk memberikan fertilizer pada
kedua gelas itu sebanyak 20 tetes. Dan kemudian, kedua gelas itu
ditutup dengan plastik bening.

Demikian ide , gagasan yang ingin dipesankan kepada pembaca smartalzind merupakan satu pencerahan kembali upaya seorang guru dalam meningkatkan salah satu metode/pendekatan pembelajaran didalam kelas. Selamat mencobanya agar dalam mengajar lebih bermakna. Semoga .

Sumber bacaan :
Paulina Panen, Dina Mustafa, Mestika Sekarwinahyu, Kontruktivisme Dalam
Pelmbelajaran, Jakarta, Universitas Terbuka, 2001.
BSNP, Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jakarta, 2006.





5 comments:

ainahmtsn2 said...

good writing sir!

adinda eky said...

nice artikel... ^_^

Penyampaian materi belajar dengan menerapkan metode belajar yang bervariasi seperti ini akan mendorong motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga tujuan bisa tercapai lebih efektif, efisien dan menyenangkan..

semoga bisa terus berkembang.. dan dapat memberikan yang terbaik bagi semuanya..

krisnawati said...

saya harus banyak belajar dr bapak...

artikel yg bapak buat sangat bagus..
saya ingin sekali mengetahui bagaimana menjadi guru yg baik,dan d sukai murid2..dan materi yg saya sampaikan bs langsung dapat di cerna oleh murid2..tolong tulis artikel itu y pak..

trima kasih pak...

krisnawati said...

good blog sir..

kibedjo said...

Assalam.... Pa' Edy :D

nilai plus dah bwt artikel2 nya.
hehe....

Boleh dong di di tambah lagi artikel2 nya. tentunya yang positif dan membangun.
Kira2 boleh ga ya, saya update di blog saya? :D
sekalian minta masukannya bwt blog saya http://kibedjo.wordpress.com/

Trimakasih & salam sukses... :D

wassalam.....