.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Wednesday, May 15, 2013

Kualitas Kertas LJ UN Yang Buruk Terulang Lagi Setelah SMA, kini SMP!


Kualitas Kertas LJ UN Yang Buruk  Terulang Lagi  Setelah SMA, kini SMP!
Hari Senen ,22 April 2013 hari pertama UN tingkat satuan pendidikan SMP/MTS digelar yang akan berakhir tanggal 25 April 2013 serempak di seluruh Indonesia. Hari pertama yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia , setelah bel dibunyikan bertanda seluruh pengawas ruangan membagikan lembaran naskah ujian dan lembar jawaban Komputer yang tahun ini satu paket dengan lembaran naskah soal. peserta UN juga mulai mengisi lembar jawaban (LJ). Selang beberapa menit kemudian pengawas ruangaan membawa LJUN yang dianggap kualitasnya jelek ,  karena peserta UN di ruangan itu merasa LJnya jelek yang akan merugikan peserta maka bertanya kepada pengawas ruangan. Selanjutnya 4 (empat) LJ dibawa keruang panitia/pengawas menanyakan hal tersebut. Maka dijawablah oleh panitia lalu panitia menulis catatan perihal tersebut untuk diteruskan ke sub rayon/rayon. Untung ada paket soal dan LJ yang masih tersedia maka digantilah paket tersebut , dua – duanya lembaran naskah Ujian  dan LJUN .
Timbul pertanyaan dari penulis begitu hati – hati peserta UN karna tidak yakinnya LJUN yang jelek , maklum bila LJUN yang jelek, cacat maka akan merugikan peserta UN. Disinilah peran pengawas untuk meyakinkan kepada peserta UN bahwa LJUN yang kualitas jelek akan diganti kembali dengan yang lebih baik lagi atau dipindai. Ternyata LJUN yang kualitasnya jelek perpengaruh terhadap keyakinan peserta UN untuk mengerjakan ujian. Lalu pertanyaan lanjutannya siapakah yang bertanggung jawab terhadap kualitas LJUN yang jelek , kertasnya tipis agak buram tidak tebal dan putih, bila dilihat akan kelihatan transparan layaknya kertas buram, bila pekerjaan dihapus maka akan rusak kertasnya, bila agak menekan maka akan legok dan khawatir berlobang? karena berpengaruh buruk terhadap hasil pekerjaan peserta UN… yang bertanggung jawab adalah rekanan pemenang tender dari Kemendiknas. Nasi sudah menjadi bubur begitu kata orang , pelaksanaan UN sedang berlangsung maka harapan kita untuk selanjutnya tidak terulang kembali lagi. Mudah mudahan untuk mata pelajaran selanjutnya tidak menemukan lagi masalah yang sama.
Surakarta, 26 April 2013


No comments: