.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Tuesday, May 14, 2013

JUST DO IT KTSP….


JUST DO IT KTSP….
Produkstifitas kerja Guru sesuai dengan aturan  yaitu Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 35 ayat (2) dinyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang-kurangnya 24 jam dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu, termasuk di dalamnya tugas tugas tambahan lainnya misalnya kepala sekolah maka tugas mengajarnya 6 jam perminggu plus tugas tambahan sebagai kepala sekolah atau seorang pendidik yang mengampu mata pelaran Fisika ( IPA) , dia mengajar 12 jam mengajar tatap muka plus tugas tambahannya sebagai kepala laboratorium IPA dan lain lainya. Tulisan ini tidak menelaah tentang beban kerja guru bila hanya sekedar secara administratip terpenuhi melainkan lebih penting adalah bagaimana guru mengantarkan siswa menjadi murid yang memiliki kemandirian, rasa keingin tahuannya besar, bertangggung jawab, tekun dan berani seperti harapan kita semuai yaitu memiliki sifat sifat karakter tersebut diatas.
Apakah Guru melaksanakah  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuatnya ? inilah sebenarnya awal  persoalan pembiasan yang setiap hari dilakukannya oleh guru karena mereka membuat , mengkopi paste  dari sumber yang ada tetapi tidak dilaksanakan semestinya. Sebuah rencana yang mestinya dilakukannya di kelas , dan selanjutnya di evaluasi pelaksanaanya , baru kemudian ditindak lanjuti sebagai proses manajemen di dalam kelas. Bila pelaksanaan bias maka sudah pasti hasilnya juga akan bias. Disinilah letak persoalannya didalam melaksanakan kurikulum KTSP , lalu tugas siapa yang mengontrol pelaksanaan , ya …Kepala Sekolah atau Wakil Kepala, Guru Senior  sekolah karena tugas tambahannya sebagai supervisi di kelas ataukah tugas pengawaskah. Tidak akan mungkin pengawas akan melakukan supervisi di kelas untuk semua Guru karena seorang pengawas sekolah akan bertanggung jawab antara 6-8 sekolah di wilayahnya . Bila sekolah memiliki 26 guru maka 26 x 8 = 208 guru. Sanggupkan pengawas mensupervi perbaikan guru untuk menghasilkan guru yang berkompeten! Nampaknya jauh asap dari api, apalagi memiliki karekter yang disebutkan diatas.…Beberapa sekolah untuk mengatasi masalah tersebut maka dibentuklah gugus kendali mutu mata pelajaran (GKMMP di tingkat  sekolah masing masing. Salah satu tujuan dibentuknya hal tersebut tempat komunikasi sesama guru sejenis guna memecahkan masalah di kelasnya dan lain sebagainya… sehingga apa yang direncanakan sesuai apa yang dilaksanakan guna perbaikan terus menerus berkelanjutan bukan MGMP, KKG antar sekolah karena masalah di sekolah sendiri mungkin berbeda dengan sekolah sekolah lainnya ( baca otonnomi sekolah )… lalu bagaimana mengefektifkan GKMMP ? seorang kepala sekolah juga sebagai manajer di sekolah. Inilah faktor penting , karena kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki skill managerial yang akan mampu mengefektifkan GKMMP. Lalu mensosialisasikan ide ide tersebut dengan banyak -  mendengar dari guru- guru yang dipimpinnya, atau sebagai pelatih guru dengan menerapkan model Grow (Goal, Reality, Option dan Way Forward ), Bila memiliki komitmen yang sama maka tidak perlu merubah kurikulum KTSP yang ada melainkan melatih guru terus menerus yang berkelanjutan…. Semoga…
Surakarta, 15 Mei 2013.

Edy Maryanto, 
www.abenetwork.com/edymaryanto, http://smartalzind.blogspot.com. email : edymaryanto@yahoo.com.
HP : 085700072230.


No comments: