.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Sunday, January 13, 2013

RSBI Dibubarkan, Ini Tanggapan Mendikbud: Legowo!


Srie, - Hari selasa (8/1) ini, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa dasar hukum yang digunakan bagi penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau Sekolah Rintisan bertaratf Internasional (RSBI) dianggap inkonstitusional.
Konsekuansinya, RSBI/RSBI dinyatakan bubar, dan menjadi sekolah biasa tanpa label internasional. [Baca: Mahkamah Konstitusi:RSBI Dinyatakan Bubar!]
Lantas, bagaimanakah tanggapan dari Mendikbud, Mohammad Nuh? Mantan Rektor ITS ini menyatakan bahwa dirinya menghargai apapun keputusan MK.
"Tadi sudah diputuskan. Meski saya belum bisa mendapatkan putusan utuhnya, tapi apapun itu pemerintah sangat menghormati dan menghargai," kata Nuh dalam konferensi persnya di Kantor Kemendikbud, Selasa (8/1/2013), sebagaimana diberitakan di sini.
Nuh menjelaskan, bahwa keberadaan RSBI/SBI tak terlepas dari semangat reformasi yang hendak mengembalikan bangsa ini untuk dapat bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi dan krisis politik di akhir kekuasaan era Orde Baru (Orba).
Semangatnya, adalah ingin mensejajarkan diri dengan negara-negara lain yang sudah maju. Oleh karena itu, diadakanlah RSBI/SBI sebagai bagian dari upaya tersebut dalam bidang pendidikan.
Namun, ketika sekarang sudah diputuskan oleh MK bahwa RSBI/SBI harus bubar, maka pihak Kemendikbud menyatakan legowo, atau menerima dengan baik keputusan itu.
"Pemerintah tidak merasa kalah menang. Tinggal menjalannkan saja. Monggo kalau nggak boleh ada RSBI," ujar Nuh.
Selanjutnya, Nuh meminta para orang tua siswa yang belajar di RSBI untuk tidak perlu khawatir dengan keluarnya keputusasn MK tersebut. Dikatakannya, meski tanpa embel-embel RSBI atau label internasional, namun siswa akan tetap bisa belajar dengan baik. Guru di sekolah eks RSBI pun diminta untuk tetap semangat dalam mengajar anak didiknya.
"Tetap saja bagi orang tua tidak perlu khawatir, anak tetap sekolah seperti biasa. Belajarnya tetap. Guru juga harus tetap semangat. Tanpa RSBI, juga bisa jadi lebih baik," kata Nuh saat jumpa pers yang sama terkait pasca putusan MK atas pembatalan RSBI, sebagaimana dikutipdari sini 
Beberapa waktu sebelumnya, Mendikbud sangat begitu bersemangat untuk membela keberadaan RSBI/SBI. Bahkan secara terang-terangan, ia menaganggap tidak ada hal yang dilanggar atau tidak ada yang salah dengan pengembangan sekolah yang dimaksudkan untuk menjadikan bangsa Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional itu. [Baca: ApaSalahnya RSBI?].
MK sendiri memutuskan perkara RSBI ini setelah menjalani proses persidangan yang sangat panjang. Bahkan, pembacaan keputusannya sendiri dianggap oleh pemohon terkesan ditunda-tunda.
Sehingga, secara keseluruhan memakan waktu lebih dari satu tahun sejak pendaftaran perkara, pada Akhir Nopember 2011 oleh komponen masyarakat yang menamakan dirinya Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan (KAKP).
Di antara pertimbangan MK dalam membatalkan pasal 50 UU Sisdiknas yang menjadi landasan hukum bagi pemerintah dalam menyelenggarakan RSBI/SBI itu adalah adanya perlakuan diskriminasi di dunia pendidikan yang bertentangan dengan prinsip konstitusi, di mana negara harus memperlakukan secara sama bagi warga negaranya.
Pertimbangan lainnya, adalah terkait penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran di RSBI/SBI yang dinilai MK dapat menjauhkan pendidikan dari jati diri bangsa. *** [Srie]
Sumber:
http://www.srie.org/2013/01/rsbi-dibubarkan-ini-tanggapan-mendikbud.html

No comments: