.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Wednesday, August 24, 2011

Perencanaan, Kunci Sukses Pembelajaran Oleh RAHMAT KURNIAWAN A.M., S.Pd.

Perencanaan, Kunci Sukses Pembelajaran
Oleh RAHMAT KURNIAWAN A.M., S.Pd.

PERENCANAAN merupakan proses penyusunan sesuatu yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pelaksanaan perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Namun, yang lebih utama adalah perencanaan yang dibuat harus dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran.

Begitu pula dengan perencanaan pengajaran, yang direncanakan harus sesuai dengan target pendidikan. Guru sebagai subjek dalam membuat perencanan dituntut dapat menyusun berbagai program pengajaran sesuai dengan pendekatan dan metode yang akan digunakan. Dalam konteks desentralisasi pendidikan dan seiring perwujudan pemerataan hasil pendidikan yang bermutu, diperlukan standar kompetensi mata pelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Standar kompetensi bahan kajian itu harus dikuasai siswa di seluruh Indonesia. Dengan demikian, melalui standar kompetensi yang berdiversifikasi, keanekaragaman kemampuan daerah dapat dilayani dengan berpijak pada kompetensi umum lulusan (KBK, 2003:1).

Berdasarkan hal tersebut, aspek-aspek yang perlu direncanakan harus memenuhi standar kompetensi yang berfokus pada hasil pendidikan yang bermutu. Mutu pendidikan yang akan dicapai harus sesuai dengan harapan standar kompetensi sehingga dapat mengembangkan potensi (kemampuan dan minat), bahan dan sumber belajar yang sesuai, penyusunan program yang mantap, dan evaluasi dari program untuk menentukan langkah selanjutnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya guru harus mempersiapkan perangkat yang harus dilaksanakan dalam merencanakan program. Hidayat (1990:11) mengemukakan bahwa perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan pengajaran antara lain:

1. memahami kurikulum

2. menguasai bahan pengajaran

3. menyusun program pengajaran

4. melaksanakan program pengajaran

5. menilai pengajaran dan hasil proses belajar-mengajar yang telah dilaksanakan.

Sesuai pendapat tersebut, penulis menggariskan ternyata aspek yang terakhir harus mendapat perhatian yang lebih karena sebuah perencanaan akan dianggap baik jika telah dilakukan penilaian. Asumsinya adalah suatu perencanaan diuji dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari suatu program. Oleh karena itu, program pengajaran yang baik harus dapat dilaksanakan yang berujung pada pengujian tingkat evaluasi.

Untuk itu, standar minimal apakah yang harus dikuasai siswa dalam pengajaran? Untuk menjawab hal tersebut, kerangka utama setiap mata pelajaran yang harus dikuasai siswa sesuai dengan standar adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok. Standar kompetensi mencakup kemampuan yang dapat dilakukan untuk sesuatu mata pelajaran, kompetensi dasar merupakan uraian atas kemampuan yang harus dikuasai siswa, indikator adalah uraian-uraian kompetensi yang harus dikuasai siswa secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembeljaran. Dan materi pokok adalah struktur keilmuan yang harus dimiliki dan dikembangkan pada diri siswa.

Meski demikian, jangan lupa bahwa di samping standar kompetensi tadi yang lebih baik dalam perencanaan pengajaran adalah adanya evaluasi program sebagai upaya tindak lanjut dari ketercapaian hasil belajar. Adanya evaluasi guru dapat menentukan dan merencanakan program selanjutnya. Oleh karena itu, perencanaan dianggap sebagai kunci keberhasilan pembelajaran.***

Penulis adalah Kepala SLTP Terpadu Nuruzzaman sedang mengikuti Program Pascasarjana di UPI Bandung.

No comments: