.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Wednesday, October 22, 2008

Peningkatan Kemampuan Melaksanakan Tugas , Profesionalisme Guru

By Edy Maryanto

Pendahuluan
Sebagai pendidik , pengajar guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar- mengajar. Untuk itulah peingkatan mutu hasil pedidikan erat kaitannyadengan kemampuan profesionalitas guru. Semakin perofesional seorang guru maka akan semakin tinggi peningkatan mutu hasil pendidikan.
Guru memegang peranan kunci dalam mencerdaskan peseta didik , dituntut memiliki kemampuan baik yang baik dalam bidang tugasnya. Guru dituntut menguaai materi yang diajarkan dan cara mengajarkannya , serta peka terhdap kebutuhan peserta didik. Dalam kenyataanya tidak semua guru memilki kemampuan tesebut. Upaya – upaya apakah untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas profesionalisme guru ?

Tugas dan Tanggung Jawab Guru
Seorang guru akan mempunyai sejumlah tugas yang harus dilakukan sesuai dengan jabatannya. Beban tugas ini berkaitan dengan kualitas dan kuantitas yang diberikan uru. Berat ringannya tugas guru akan mempengaruhi usaha- usaha dalam bekerja sesuai dengan kemampuannya.
Motivasi guru dalam mengembangkan kurikulum di sekolah akan ditentukan oleh besar kecilnya tanggung jawab yang ada pada diri guru dalam melaksanakan tugas. Tanggung jawab artinya suatu tuntutan yang ada pada seorang guru untuk menjalankan tugas yangmenjadi kewajibannya. Guru yang bertanggung jawab akan tugasnya akan selalu berusaha melaksanakan tugas ang menjadi kewajibannya dengan sebaik baiknya dan penuh kesungguhan.
Dalam menjalankan tugasnya guu menanggung beban psikologi yaitu :
1. berhubungan dengan perilaku peserta didik dan rendahnya motivasi peserta didik.
2. Beban kurikulum yang dipikul oleh guru amat padat.
3. dan berhubungandengan keragaman dalam melaksanakan tugas pengajaran.
Menurut Moh. User Umam (2007, h.7) bahwa tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik artinya meneruskan dan mengembangkan nilai nilai hidup. Mengajar artinya menerus dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tehnologi, sedangkan melati artinya mengembangkan ketrampilan – ketrampilan peserta didik.
Tugas guru dalam bidang kemanusian di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para peserta didik.
Tugas guru di masyarakat, seorang guru ditempatkan lebh terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan.

Peranan Guru
Menurut Louise V, Jr (1995) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, peranan guru mengalami perluasan, yaitu guru sebagai pelatih, konselor, manager pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar dan pengarang.
Sebagai pelatih harus memperikan peluang yang sebesar-besarnya bagi peserta didik untuk mengembangkan cara pembelajaran sendiri sesuai dengan kondidi masing masing. Guru memberikan prinsip prinsipnya saja dan tidak memberikan cara yang mutlak.
Sebagi konselor harus mampu menciptakan satu interaksi belajar mengajar, dimana peserta didik melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana spikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkanmampu memahami kondisi setiap siswa dan membantu ke arah perkembangan yang optimal.
Sebagai manajer pembelajaran, harus memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas luanya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber sumber penunjang pembelajaran.
Sebagai partisipan, tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi berperilaku belajar dari interaksi dengan siswa. Hal ini mengandung makna guru bukanlah satu satunya sumber belajar bagi peserta didik akan tetapi sebagai fasilitator.
Sebagai pemimpin, diharapkan mampu menjadi seoang yang bisa mengerakkan orang lain mewujudkan perilaku bersama.
Sebagai pembelajar, harus terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensi serta meningktkan kualitas profesionalisme.
Sebagai pengaang, harus kreatif dan inovatif menghasilkan karya.

Profesionalisme Guru di Era Abad 21
Profesionalisme guru di era abad 21 ini sangat dipengaruhi oleh pendayagunaan tehnologi komunikasi dan informasi, sehingga guru dengan kemampuanya dapat membelajarkan peserta didik dalam jumlah besar, bahkan dapat melayani peserta didik yang belajar di kelas, tetapi ia mampu membelajarkan jutaan siswa di kelas dunia memberikan pelayanan secara individu pada waktu yang bersamaan. Sementara itu dengan bantuan tehnologi juga pembelajaran tersebut juga dapat dilakukan secara multiakses dan memberikan pelayanan secara individual dimana saja dan kapan saja.
Apakah guru – guru telah memiliki persyaratan dalam meningkatkan profesionalisme guru di abad 21? , sejak kapankan guru itu profesionalisme ? apakah semenjak lulus portofolio ? atau lulus sertifikasi guru ?

Daftar Pustaka:
Moh. Uzer Usman, 2000, Menjadi Gur Profesional, Bandung: Penerbit PT Remaja Rosda
Karya
Maman Achdiat, 1986. “ Mengajar yang Efektif”, (brosur), Bidang pendidikan Guru,
Bandung : Kanwil Depdikbud Jabar.
Moh Surya, 1987, Suara Daerah, n0.201. “Peranan Guru dalam Penembangan Kurikulum
dengan pendekatan CBSA”

No comments: