.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Sunday, September 30, 2012

Pendidikan Agama di Sekolah Perlu Ditambah


BERITAJAKARTA.COM — 24-06-2010 14:31
Anggaran pendidikan di DKI Jakarta yang cukup besar membawa pengaruh positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta. Kondisi ini tidak hanya dirasakan sekali manfaatnya bagi masyarakat kecil, tetapi juga mendapat apresiasi cukup besar dari kalangan DPRD DKI yang menilai program pendidikan yang diusung Pemprov DKI Jakarta dewasa ini sudah jauh lebih baik.

“Namun saya berharap penanaman agama dalam pendidikan juga harus ditambah. Karena muatan pendidikan budi pekerti luhur yang berkaitan dengan akidah, serta kearifan budaya masih sangat kurang. Padahal, anak didik perlu memiliki benteng diri dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang menjurus kepada hal yang negatif,” ujar Wasito Al Wasith, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta usai menjadi pembicara dialog interaktif bertajuk, Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan di DKI Jakarta yang diadakan Dinas Kominfo dan Kehumasan DKI Jakarta di Masjid Ar-Rohmah, Jl Kampung Duri, RT 05/01 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (24/6).

Untuk itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta mengajak Pemprov DKI (eksekutif) bekerja sama merealisasikan perda khusus bidang pendidikan. Dia menyakini perda tersebut bisa memayungi sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan kelangsungan pendidikan di daerah sebagai wilayah otonom. Seperti di antaranya pendidikan gratis, merealisasikan pengangkatan status sekitar 6 ribu guru bantu di Jakarta, serta bisa juga mengusulkan penambahan materi pendidikan akidah di sekolah-sekolah umum. Dari 37 jam pelajaran per pekan, pendidikan akidahnya hanya dua jam. Itu sangat tidak cukup, mestinya lebih dari itu misalnya empat atau enam jam, kata politisi yang juga warga Semanan ini.

Hal senada juga dikatakan pengamat pendidikan, Haris Sambas. Dia mengatakan, harus ada perimbangan antara pendidikan umum dengan pendidikan pembentuk sikap dan kepribadian anak didik. Pembentukan kepribadian dapat diambil dari sejumlah sumber seperti pelajaran agama, dari alam, dan bahkan bisa dari kearifan budaya tradisional. Singkatnya, selain bersumber pada agama, membentuk kepribadian juga bisa dari pola pendidikan yang bersifat multikultural, terangnya.

Ida Farida, salah seorang warga setempat yang juga penggiat dunia pendidikan mengakui, ketimpangan muatan pendidikan antara yang bersifat umum dengan pendidikan agama sangat berpengaruh dengan kualitas sikap dan sifat anak didik. Dia berharap, perda yang memayungi terkait dengan penambahan waktu pendidikan agama pada sekolah umum bisa terealisasi. Itu sangat penting, sejak dini mereka harus sudah dibiasakan dalam suasana dengan moralitas yang baik...................

Sumber: Berita Jakarta
Berita Lengkap: http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=39704
 

No comments: