.

blog-indonesia.comWelcome to Smart Alzind Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CI-BI)

Friday, July 16, 2010

MOTIVASI BELAJAR

Kesulitan belajar merupakan kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar. Kesulitan belajar itu adalah adanya jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang nampak sekarang (prestasi actual). Juga anak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang mempunyai intelegensi normal tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan yang penting dalam proses belajar mengajar, baik dalam persepsi, ingatan, perhatian ataupun fungsi motoriknya. Kekurangan ini dapat berwujud verbal atau-pun non verbal.

Kesulitan belajar atau hambatan yang muncul dalam kegiatan belajar dapat bermacam-macam. Ada yang bersifat fisiologis misalnya waktu belajar sering merasa pusing, cepat mengantuk, mata sakit bila membaca dll. Hambatan yang bersifat psikologis misalnya tidak minat belajar, kemampuan tidak menunjang dalam kondisi stress, ada juga hambatan yang bersifat sosial kehadiran teman waktu belajar, situasi keluarga yang ramai, keluarga tidak harmonis, dan sebagainya.Hambatan tersebut baik disadari atau tidak disadari sangat mengganggu proses belajar sehinga anak tidak dapat mencapai hasil prestasi belajar dengan baik.

Gejala kesulitan belajar;
1). Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah suatu keadaan proses belajar anak terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan pada anak yang mengalami kekacauan belajar seperti ini potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajar anak terhambat oleh adanya reaksi-reaksi belajar yang bertentangan , sehingga tidak bisa menguasai bahan yang dipelajari dengan baik. Jadi dalam belajar anak mengalami kebingungan untuk memahami bahan belajar.

2). Learning Disabilities atau ketidak mampuan belajar.
Adalah suatu gejala anak tidak mampu belajar atau menghindari kegiatan belajar dengan berbagai sebab sehingga hasil belajar yang dicapai berada di bawah potensi intelektualnya.

3). Learning disfungctions
suatu kesulitan belajar yang mengacu pada gejala proses belajar tidak dapat berfungsi dengan baik, walaupun anak tidak menunjukka adanya subnormal mental, gangguan alat indera, ataupun gangguan psikologis yang lain. Misalnya anak sudah belajar dengan tekun namun tidak mampu menguasai bahan belajar dengan baik.

4). Under Achiever
suatu kesulitan belajar yang terjadi pada anak yang tergolong potensi intelektualnya di atas normal tetapi prestasi belajarnya yang dicapai rendah.

5). Slow Learner atau lambat belajar
anak sangat lambat dalam proses belajarnya sehingga setiap melakukan kegiatan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dengan anak lain yang memiliki potensi intelektual yang sama.

TUNTASKAN MASALAH !!!
Salah satu tantangan pembelajaran di kelas adalah permasalahan belajar siswa yang tidak boleh dibiarkan begitu saja guru akan tetap secara efektif berusaha membantu, membimbing siswa untuk mencapai tujuan-tujuan perkembangannya; sekaligus mengatasi permasalahannya. Permasalahan belajar yang sering dihadapi siswa antara lain; yaitu;
• Kasus individualitas; contohnya prestasi rendah, dan kurang minat belajar .
• Kasus sosialitas antara lain pendiam, melanggar tata tertib, membolos, sering terlambat, sering bertengkar, dimanja, sulit beradaptasi, pemalu, penakut, canggung, penyendiri, kurang bergaul, berlaku kasar, berbicara kotor, dan diperlakukan sangat keras.
• Kasus moralitas; yakni: melanggar tata tertib, membolos, terlambat jarang masuk sekolah, berbicara tidak senonoh, nakal, kasar, dan lain sebagainya.
• Kasus keterlambatan akademik; misal keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkan secara optimal, ketercepatan dalam belajar dengan bakat akademik cukup tinggi I Q 130 atau lebih tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajarnya yang amat tinggi, sangat lambat dalam belajar; yakni siswa yang memiliki bakat akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau pembelajaran khusus, kurang motifasi dalam belajar; merupakan keadaan siswa yang kurang semangat dalam belajar, mereka seolah-olah tampak jera dan malas, bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar kondisi siswa yang kegiatan atau perbuatan belajarnya sehari-hari antagonistik dengan yang seharusnya, suka menunda waktu, mengulur waktu, tugas, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui, dan sebagainya, serta siswa yang belum menguasai baham pelajaran sesuai patok yang ditetapkan, dikatakan belum menguasai tujuan-tujuan pengajaran.
Digolongkan siswa yang mengalami masalah dalam belajar dan memerlukan bantuan khusus. Sedang siswa yang sudah menguasai secara tuntas semua bahan yang disajikan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir, digolongkan sebagai yang cepat dalam belajar. Mereka ini patut mendapat tugas-tugas tambahan sebagai pengayaan
Orang tua di rumah, guru di sekolah dan masyarakat kiranya perlu menciptakan suasana kondusif sebagai tempat membesarkan siswa di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat yang ramah, peduli terhadap permasalahan belajar dan berusa untuk mengentaskan permasalahan belajar siswa, Sehingga siswa dapat mencapai cita-cita masa depannya.

PENTINGKAH MOTIVASI ?
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya saat ini sudah sepantasnya memerlukan generasi yang tangguh, ulet, dan handal guna menghadapi tantangan perubahan kemajuan di abad globalisasi.
Anak perlu pembiasaan positif secara sabar, sadar untuk mau melaksanakannya tugasnya sebagai pelajar; tentunya perlu keteladanan dari orang-orang di sekitarnya; seperti ayah, ibu, kakak, orang yang tinggal dalam keluarga tersebut. Sedangkan di sekolah keteladanan guru, dan contoh tingkah laku sangat diperlukan siswanya. Begitu pula di lingkungan masyarakat dibutuhkan juga keteladanan perilaku sehari-hari yang terpuji; melalui motivasi dari orang tua, guru, dan masyarakat.
Mengapa motivasi penting ? Bagaimana memotivasi siswa belajar ?

Menyimak pendapat pakar tentang manfaat motivasi ada tiga.
a. Merasa aman, tumbuh cinta kasih, dan mewujudkan diri sendiri yang oleh Maslow disebut sebagai piramida kebutuhan: Physiological, Safety, Love and Belonging, Self Esteem, Self Actualization, dan Understanding and Knowledge, Memenuhi kepuasan dan kebutuhan organik atau kebutuhan untuk kepentingan fisik/primer, perjuangan hidup, dan perjuangan untuk mempertahankan hidup, Struggle for Survival.Tekun belajar, tekun menghadapi dan menyelesaikan tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukan minat terhadap berbagai masalah, lebih senang belajar sendiri, dan cepat bosan pada tugas yang rutin/mekanis, adanya unsure ego.Freud dalam Teori Psikoanalitik; karena Fungsi motivasi adalah untuk mendorong manusia untuk berbuat, menentukan arah perbuatan untuk mencapai tujuan, dan menyeleksi perbuatan yang akan dikerjakan lebih dahulu, mengembangkan aktivitas, inisiatif, dan dapat mengarahkan serta memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Bentuk-bentuk motivasi belajar berupa pemberian: angka, hadiah, ego involverment, ulangan, hasil ulangan, pujian hukuman, hasrat, dan minat untuk belajar

b. Jenis motivasi: Cognitive motives, expression, enhancement berguna dalam pengembangan intelektual, berkreatifitas, imajinasi aktualisasi diri, dan pengembangan kompetensi guna meningkatkan kemajuan diri. Dalam belajar terciptanya suasana kompetensi yang sehat bagi peserta didik bermanfaat untuk meraih prestasi.
c. Fungsi motivasi adalah untuk mendorong manusia untuk berbuat, menentukan arah perbuatan untuk mencapai tujuan, dan menyeleksi perbuatan yang akan dikerjakan lebih dahulu.

No comments: